Showing posts with label romance-fantasy. Show all posts
Showing posts with label romance-fantasy. Show all posts

Saturday, February 13, 2016

Review: Wake - Terjaga (Dream Catcher #1) by Lisa McMann

 Wake - Terjaga (Dream Catcher #1)

Penulis: Lisa McMann  
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama 
Terbit pertama kali: 4 Maret 2008 
Format: Paperback 
Tebal: 216 halaman 
Bahasa: Indonesia (Terjemahan) 
Genre: romance-fantasy, young adult, dream catcher  
Rating: 4,5 of 5 stars


Sinopsis dari Goodreads

Janie, gadis berusia tujuh belas tahun, sudah biasa tersedot ke mimpi orang lain. Terutama mimpi tentang jatuh, telanjang, dan seks.

Ia tidak bisa memberitahu siapa-siapa tentang "kelebihannya" ini---takkan ada yang percaya. Mereka bisa-bisa malah mengira ia gila.

Lalu ia terjatuh ke dalam mimpi buruk mengerikan, mimpi yang membuatnya ketakutan sampai ke tulang sumsum. Untuk pertama kalinya, Janie bukan lagi sekadar saksi. Kali ini ia terlibat....
 


My Review


Jujur, aku tak berharap banyak pada buku ini saat mulai membaca. Tapi ketika membacanya aku benar-benar ikut hanyut dalam ceritanya. Pengalamannya.

Dan ini bukanlah cerita tentang tokoh hero/heroine yang perfect. Well, mereka dari kalangan bawah. Cabel yang diawal digambarkan sebagai seorang gelandangan. Serta tokoh utama yang terpaksa harus dewasa sebelum waktunya. Ini tuh complicated banget lah. Cerita YA fantasy dengan sedikit tema dark di dalamnya. 


Harus kuakui, aku lega banget waktu tahu tentang kebenaran dari Cabel. Dan aku langsung jatuh cinta saat itu juga. lol. 


Janie meskipun cemburuan, tapi dia bisa mengendalikan dirinya. Dan waktu dia memutuskan untuk mengetuk pintu rumah cabel -setelah berantem sebelumnya- aku memberinya dua jempol. Terlalu banyak tokoh heroine lain yang lebih memilih lari. 


4,5 stars untuk sang pengontrol mimpi. Well, aku tak mau menyebutnya penangkap mimpi karena itu punya Janie dan Martha. Tapi untuk semua tokoh disitu yang mampu mengubah mimpinya. 



“Once you read something, you can't erase it from your brain.” 

*
*
“But then you slammed a door handle into my gut. And when a girl does that to a guy; it means she likes him.”

Friday, February 12, 2016

Review: Firelight (Firelight #1) by Sophie Jordan

Firelight (Firelight #1) 

Penulis: Sophie Jordan 
Penerbit: Penerbit Atria

Terbit pertama kali: 7 September 2010
Format: Paperback 
Tebal: 426 halaman 
Bahasa: Indonesia (Terjemahan) 
Genre: romance-fantasy, young adult, draki/naga 
Rating: 3,5 of 5 stars 


Sinopsis dari Goodreads


Jacinda adalah gadis yang unik. Dia tidak hanya draki—manusia keturunan naga—tetapi juga jenis draki penyembur api pertama sejak empat ratus tahun. Karena kelangkaannya, sang ketua kelompok hendak menikahkannya dengan sang putra mahkota, Cassian, supaya menghasilkan draki-draki penyembur api lainnya. 

Ibu Jacinda yang merasa keberatan anaknya hendak “dibiakkan” membawa kabur Jacinda dan saudara kembarnya, Tamra, dari perkampungan draki untuk menjalani kehidupan normal sebagai orang biasa. Ibunya berharap, naluri draki Jacinda perlahan-lahan 
akan padam seperti halnya dirinya.

Namun, ternyata naluri draki Jacinda tidak semudah itu dimusnahkan. Dia ingin sekali kembali ke kelompoknya, di mana udara sejuk dan kabut pegunungan menyegarkan kulitnya. Diam-diam, dia sering menyelinap pergi ke hutan terdekat untuk memelihara kemampuan terbangnya. 


Hingga akhirnya dia bertemu Will, pemuda yang bisa menghidupkan naluri drakinya, bahkan di gurun gersang sekalipun. Tetapi Will ternyata adalah orang yang sangat berbahaya, dan Cassian berhasil menemukannya serta mengklaimnya untuk kembali …. 


My Review 



First thing first, 3,5 stars for the twin redhead. Why oh why? For a starter, because I like redheaded heroine. 

Jujur saja ya, aku sudah tertarik dengan novel ini waktu pertama kali lihat covernya. Cover yang English version maksudku. Yang mana gambarnya cewek berambut merah dan beberapa kulit kasar atau sisik naga di sekitar mata kirinya. Dia kelihatan berani dan tangguh. Seperti yang bisa kalian lihat di gambar sebelah. Nah, kalau yang gambar di atas itu cover versi Indonesianya. Sayang banget covernya beda. 

Anyway, kita langsung bahas saja isi bukunya. Baca buku ini bikin aku gregetan saja sama Jacinda yang kelihatannya seperti korban, yang selalu merasa tertidas dan tersakiti karena ibu dan saudara kembarnya Tamra. Tapi kalau diperhatikan lagi, menurutku lebih menderita Tamra. Memang Tamra kelihatan egois ketika mereka bertiga sudah berada di dunia manusia, tapi itu merupakan hal wajar menurutku. Setelah sekian lama berada di kelompok draki dia hanya dipandang sebelah mata, akhirnya dia dapat diterima dan dianggap sebagai manusia 'normal' sama seperti yang lainnya. 

Untuk romance-nya aku tidak terlalu tertarik karena, well, ini cinta segitiga. Dan aku sebisa mungkin menghindari segitiga. Apalagi dengan endingnya yang how-dare-you leave me. 

Terlepas dari itu, alurnya tergolong lambat tapi ya gitu-gitu saja. 

Sedikit cuplikan dari Will dan Jacinda. 

"Kau mau pergi bersamaku?" tanyanya tiba-tiba. 
Aku berkedip. "Maksudnya berkencan?" 
"Ya. Itulah yang biasa dimaksud cowok ketika dia mengajukan pertanyaan itu." 
*
*
Jacinda: "Mengapa kau ada di sini?" 
Will: "Aku sudah selesai."
Jacinda: "Selesai apa?"
Will: "Selesai membiarkan kau menghindariku." 
*
*
Well, that was a few sweet moments of them.

Seri ini sebenarnya ada tiga novel dan satu novella yang menceritakan tentang sahabatnya Jacinda, Az. Tapi aku tidak yakin apa aku akan melanjutkan membaca seri atau tidak. #shrug